Untuk Dua Ribu Dua Belas

Lembar kedua dari tiga ratus enam puluh lima halaman yang masih kosong. Si tokoh utama di dalamnya masih bisa mengingat ratusan juta miliar memori di buku sebelumnya. Bahkan hafal betul setiap detailnya.
Ada lebih dari tiga ratus enam puluh enam cerita. Lebih dari delapan ribu delapan puluh empat dongeng. Bahkan lebih dari lima ratus dua puluh tujuh empat puluh kisah. Semuanya tidak bisa dikalkulasikan. Hanya akan memancing keganjilan matematika.
Dua ribu dua belas,
terima kasih atas pelajaran-pelajaran yang terbaru.
Terima kasih untuk kisah suka dan duka yang ditawarkan.
Terima kasih untuk ajaran tentang kehilangan yang abadi sekaligus merindu.
Terima kasih untuk ajaran tentang caranya menari di bawah hujan.
Terima kasih untuk 'paksaan' berada di banyak jalan menuju Roma.
Terima kasih untuk kehebatan sensasinya...
"Memang, semuanya ada hanya untuk berlalu..." - dari si tokoh utama yang sedang senyam-senyum. Riri.

Comments

  1. nice blog :)
    wanna to follow each other? I'll followback you :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts